FUNGSI PRODUKSI
Fungsi produksi menentukan tingkat output maksimum yang bisa diproduksi dengan sejumlah input tertentu, atau sebaliknya, jumlah input minimum yang diperlukan untuk memproduksi suatu tingkat output tertentu.
Dalam mempelajari fungsi produksi, ada 2 macam hubungan antara input dengan output yang sangat berguna bagi pembuatan keputusan manajerial. Pertama adalah hubungan antara output dengan beberapa input yang digunakan secara bersama-sama. Hubungan ini kita kenal sebagai katakteristik returns to scale dari sistem produksi. Konsep returns to scale ini memainkan peranan penting dalam pengambilan keputusan manajerial. Konsep ini mempengaruhi skala produksi yang optimal atau peluang produksi suatu perusahaan. Konsep ini juga mempengaruhi sifat persaingan dalam suatu industri dan oleh karena itu konsep returns to scale ini juga merupakan faktor yang menentukan tingkat profitabilitas dari suatu investasi.
Hubungan penting yang kedua adalah hubungan antara output dengan variabel dari satu input yang digunakan. Istilah produktivitas dan penerimaan suatu faktor produksi digunakan untuk menandai hubungan hubungan antara kuantitas suatu input yang digunakan secaea individual dengan output yang dihasilkan.
Sifat dasar dari fungsi produksi ini dapat diketahui melalui analisis fungsi produksi sederhana dengan sitem 2 input – 1 output. Perhatikan proses produksi di bawah ini yang menunjukkan berbagai kobonasi input x dan juga y yang digunakan untuk memproduksi produk Q. input x dan tersebut bias melambangkan sumberdaya-sumberdaya seperti tenaga kerja dan modal atau energi dan bahan baku. Produk Q bisa berbentuk TV, video cassette, recorder, mobil, sepeda motor, kapal penumpang , makanan, atau pun berbentuk jasa seperti perbankan, asuransi dan lain sebagainya.
Fungsi produksi dari system produksi diatas bisa disajikan dalam bentuk fungsi berikut ini :
Q = f(X,Y)
Tabel 1.1 menyajikan sitem produksi 2input-1output diatas. Setiap elemen pada tabel tersebut menunjukkan kuantitas q maksimum yang bisa dihasilkan dengan kombinasi X dan Y tertentu. Misalnya, tabel tersebbut menunjukkan bahwa kombinasi antara 2 unit X dan 3 unit Y dapat menghasilkan 49 unit output; 5 unit X dan 5 unit Y bisa menghasilkan 92unit output dan seterusnya. Unit input ini bisa melambangkan jam kerja (tenaga kerja), modal, bahan baku, dan seterusnya.
Tabel 1.1
Tabel Produksi
Jumlah Y yang digunakan | Jumlah Output |
10 | 52 | 71 | 87 | 101 | 113 | 122 | 127 | 129 | 130 | 131 |
9 | 56 | 74 | 79 | 102 | 111 | 120 | 125 | 127 | 128 | 129 |
8 | 59 | 75 | 91 | 99 | 108 | 117 | 122 | 124 | 125 | 126 |
7 | 61 | 77 | 87 | 96 | 104 | 112 | 117 | 120 | 121 | 122 |
6 | 62 | 72 | 82 | 91 | 99 | 107 | 111 | 114 | 116 | 117 |
5 | 55 | 66 | 75 | 84 | 92 | 99 | 104 | 107 | 109 | 110 |
4 | 47 | 58 | 68 | 77 | 85 | 91 | 97 | 100 | 102 | 103 |
3 | 35 | 49 | 59 | 68 | 76 | 83 | 89 | 91 | 90 | 89 |
2 | 15 | 31 | 48 | 59 | 68 | 72 | 73 | 72 | 70 | 67 |
1 | 5 | 12 | 35 | 48 | 56 | 55 | 53 | 50 | 46 | 40 |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
Jumlah X yang digunakan |
PRODUK TOTAL, RATA-RATA DAN MARGINAL
Misalkan Tabel 1.2 merupakan sistem produksi di mana Y adalah sumberdaya modal dan X merupakan input tenaga kerja. JIka perusahaan berproduksi dengan menggunakan sejumlah modal tertentu (misalkan Y=2), maka fungsi produksinya dalam jangka pendek ditunjukkan oleh baris dalam Tabel 1.1 sesuai dengan tingkat modal tersebut.
Tabel 1.2
Produk Total, Rata-rata dan Marginal
Dari faktor produksi X, jika Y=2
Kuantitas | Produk Total | Produk Marginal | Produk Rata-rata |
Input | dari input X | dari input X | dari input X |
(X) | (Q) | (MPX = ∆Q/∆X) | (APX = Q/X) |
1 | 15 | 15 | 15 |
2 | 31 | 16 | 15,5 |
3 | 48 | 17 | 16 |
4 | 59 | 11 | 14,7 |
5 | 68 | 9 | 13,5 |
6 | 72 | 4 | 12 |
7 | 73 | 1 | 10,4 |
8 | 72 | -1 | 9 |
9 | 70 | -2 | 7,8 |
10 | 67 | -3 | 6,7 |
Gambar 1.1
Produk Total, Rata-Rata dan Marjinal
Dari Input X, Jika Y = 2
Dengan adanya fungsi produksi total untuk sebuah input, maka produk marginal (MP) dan produk rata-rata (AP)-nya secara gampang bisa diperoleh. Pertama, ingat bahwa produk marginal (MP) dari faktor produksi X (MPX) adalah perubahan output yang disebabkan oleh perubahan 1 unit faktor produksi X, dengan menganggap input-input lainnya tetap. Oleh karena itu, untuk sebuah fungsi produk total (seperti di tunjukkan dalam Tabel 1.2 dan gambar 1.1), MP-nya ditunjukkan oleh hubungan:
MPX = 
di mana Q adalah perubahan output yang terjadi karena perubahan input variabel X sebesar X unit, dengan anggapan bahwa jumlah input lainnya (Y) tetap.
Jika suatu input bisa diubah-ubah secara kontinyu (bukan secara inkremental), maka MP-nya bisa diperoleh dengan cara mencari turunan parsial dari fungsi produksi pada input variabel tertentu. Oleh karena itu, produk marginal dari input X dari fungsi produksi yang ditunjukkan oleh persamaan 1.1 adalah:
MPX = 
Produk rata-rata dari suatu faktor produksi adalah produk total itu dibagi dengan jumlah unit input yang digunakan, atau:
APX = 
Produk rata-rata untuk X, jika Y = 2 unit, dalam contoh produksi yang diskrit ditunjukkan pada kolom 4 Tabel 1.2.
THE LAW OF DIMINISHING RETURN
Kurva TP dan MP pada gambar 1.2 menunjukkan sifat yang kita kenal dengan istilah hokum kenaikan hasil yang berkurang (the law of diminishing returns). Hukum ini menyatakan bahwa jumlah penggunaan satu input variabel meningkat -sementara jumlah penggunaan faktor-faktor produksi lainnya tidak berubah- maka pada mulanya kenaikan penggunaan input tersebut akan menyebabkan kenaikan output, tetapi kemudian mulai menurun (berkurang). Atau dengan kata lain, hukum ini menyatakan bahwa MP dari faktor produksi variabel akhirnya akan menurun, jika input tersebut dikombinasikan dengan satu input lainnya atau lebih yang jumlahnya tetap.
PERANAN PENERIMAAN DAN BIAYA DALAM PRODUKSI
Perubahan dari hubungan fisik ke hubungan ekonomi ini dilakukan dengan cara mengalikan MP input dengan MR (penerimaan marginal) yang diperoleh daru penjualan output (barang-barang/jasa-jasa) yang dihasilkan sehingga kita akan mendapatkan besaran yang dikenal sebagai marginal revenue product (MRP) dari input:
Marginal Revenue Product dari input X:
= MRPX
= (Marginal Product)X * (Marginal Revenue) Q
= MPX *MRQ
MRP adalah nilai dari unit marginal suatu input yang digunakan untuk memproduksi suatu produk tertentu. Misalnya, jika pertambahan 1 orang tenaga kerja bisa menghasilkan 2 unit output tambahan yang bisa dijual seharga Rp5,00 ribu X 2 = Rp 10,00 ribu.
Tabel 1.3
Marginal Revenue Product Untuk Input Tunggal
Unit
Input
(X) | Total Product
dari X atau
TPX (Q) | Marginal Product
dari X atau
MPX (∆Q) | Marginal Revenue
Product dari X
(MPX X Rp5,00
ribu) |
|
|
|
|
1 | 3 | 3 | 16 |
|
2 | 7 | 4 | 20 |
|
3 | 10 | 3 | 15 |
|
4 | 12 | 2 | 10 |
|
5 | 13 | 1 | 5 |
|
Jika | Maka | returns to scale |
% perubahan Q > % perubahan X | EQ > 1 | increasing |
% perubahan Q = % perubahan X | EQ = 1 | Constant |
% perubahan Q < % perubahan X | EQ < 1 | decreasing |